Laporan Khusus 2026
Ekonomi Indonesia
Rupiah dan Komoditas
Indonesia menjaga pertumbuhan 5,5% di tengah tekanan global
Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,45% hingga 5,5% dengan inflasi rendah 2,88%. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi mesin utama, sementara pemerintah memperkuat stimulus, stabilitas rupiah, hilirisasi komoditas, dan kerja sama investasi.
GDP H1 +5,5% / Inflasi 2,88% / Rupiah menguat 1,86% dalam sebulan / BI rate 5,75%
Stimulus Rp26,34 triliun / Target APBN 2027 tumbuh 6% / Defisit 2,4% PDB / Hilirisasi makin agresif
GDP H1 +5,5% / Inflasi 2,88% / Rupiah menguat 1,86% dalam sebulan / BI rate 5,75%
Stimulus Rp26,34 triliun / Target APBN 2027 tumbuh 6% / Defisit 2,4% PDB / Hilirisasi makin agresif
5,5%Pertumbuhan ekonomi semester I 2026, mencerminkan daya tahan konsumsi domestik.
2,88%Inflasi tetap rendah, memberi ruang bagi kebijakan stabilisasi yang terukur.
6%Target pertumbuhan dalam RAPBN 2027 dengan defisit diarahkan 2,4% PDB.
Rp26,34TPaket stimulus untuk transportasi, bantuan pangan, dan pelatihan kerja.